Cara mengaktifkan Kamera "DSRL"
Ini Dia
8 LANGKAH SEDERHANA MENGENAI CARA MENGGUNAKAN KAMERA DSLR SECARA MANUAL
1. Ambil Kamera Dan Belajarlah
“Kenali kamera anda seperti anda mengenal diri anda.” Pernyaatan tersebut sangat menarik karena kamera merupakan salah satu faktor penentu dalam menghasilkan foto yang bagus. Itulah sebabnya, ambilah waktu untuk belajar tentang kamera anda, karena pada umumnya anda tidak mengetahui kelebihan serta kekurangan yang terdapat pada kamera anda.
2. Aktifkan Mode Manual
Putar tombol mode yang biasanya berada di sisi kiri atas, untuk menunjuk ke M atau mode manual. Setelah itu mulailah untuk mengambil gambar dengan variasi yang berbeda-beda. Beberapa model kamera biasanya memiliki tombol mode di sisi kanan atas. Karena itu perhatikan kamera anda dengan baik sebelum anda mulai mengambil gambar secara manual
3. Arahkan Kamera Anda Dengan Baik Dan Benar
Hal ini adalah langkah yang sangat penting. Jangan mengabaikan langkah ini. Cobalah untuk menghidupkan kamera jika anda belum pernah melakukan hal ini (mengarahkan kamera pada tempat dimana memiliki cahaya yang baik), kemudian arahkan kamera anda ke arah subjek / objek yang memiliki jumlah cahaya yang cukup. Ingat, jauhkan kamera dari permukaan yang stabil untuk memastikan komposisi anda tidak berubah.
4. Perhatikan Pengaturan Kamera Anda
Shutter Speed. Pastikan anda mengatur shutter speed anda dengan baik saat mulai melakukan pemotretan, karena panjang jarak fokus anda akan menjadi masalah jika mengalami getaran atau goyangan sehingga memberikan efek yang kurang bagus buat foto anda. Untuk mengatasi hal ini, pastikan shutter speed anda lebih tinggi dari length focal anda. Misalnya, jika panjang fokus anda 200 mm maka aturlah shutter speed anda pada posisi 1/250 detik atau lebih cepat. ISO (International Standard Organization). ISO adalah ukuran kepekaan sensor digital terhadap cahaya. Banyak orang sering bergerak ketika hendak difoto, belum lagi ditambah dengan membuka tutup mata mereka (berkedip-kedip) dan terus-menerus mengubah ekspresi wajah mereka – dan tidak ada foto yang lebih buruk dari pada foto seseorang dengan mata yang sedang berkedip-kedip gantinya tersenyum.Dalam jumlah cahaya yang rendah (di dalam ruangan maupun diluar), maka anda perlu untuk meningkatkan ISO anda ke 1,600, 3.200 atau bahkan 6.400, untuk menghindari hasil yang kurang bagus.
5. Kenali Lokasi Pemotretan Anda
Mengetahui manfaat yang bisa diperoleh dari lokasi pemotretan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh setiap fotografer.
6. Hindari Guncangan Terhadap Kamera
Goyangan atau getaran terhadap kamera merupakan suatu hal yang sangat menggangu untuk setiap fotografer, karena hal ini akan memberikan efek yang kurang bagus kepada hasil foto anda. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa cara untuk menghindari terjadinya goyangan/getaran pada kamera anda.
7. Pilih Subjek Secara Kreatif
Subjek yang kreatif tidaklah selalu berarti orang yang selalu melemparkan senyumannya di depan kamera. Subjek adalah sesuatu yang membuat anda menarik, dan hal itu bisa berarti apa saja, misalnya hewan peliharaan anda yang tergeletak di tanah, bayi atau anak anda yang hendak mencoba untuk meraih mainanannya diatas kursi, atau orang-orang yang sedang bermain futsal.
8. Pencahayaan
Cahaya adalah salah satu faktor yang memberi efek kehidupan dan ketajaman pada sebuah foto. Itulah sebabnya gunakanlah cahaya dengan sebaik mungkin. Cara memotret yang baik adalah dengan mengerti manfaat cahaya. Tanpa pengertian yang benar mengenai cahaya, maka gantinya memperoleh hasil yang baik, anda akan memperoleh yang sebaliknya. Cahaya yang berlebihan dapat memberikan efek pencahayaan yang tidak merata untuk model anda. Karena idealnya, jika anda ingin menggunakan beberapa cahaya tambahan dalam pemotretan maka bawalah beberapa unit cahaya seperti LED flashlight, lamp stand, dan lain-lain untuk menambah kekuatan pencahayaan anda.
Komentar
Posting Komentar